ARTI DARI MIMPI BURUK
Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Alhamdulillah rabbil 'aalamiin , washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillaah wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin.
Mimpi ada 3 macam:
Pertama : mimpi yang berasal dari Allah, ini adalah mimpi yang baik dan menyenangkan hati.
Kedua : mimpi yang berasal dari syetan, ini adalah mimpi buruk dan membuat seseorang bersedih atau takut.
Ketiga : mimpi yang berasal dari diri sendiri, yaitu kejadian yang terjadi ketika dia bangun kemudian terbawa dalam mimpi.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إن الرؤيا ثلاث: منها أهاويلُ من الشيطان لِيحزُن بها ابنَ آدم، ومنها ما يهُمُّ به الرجلُ في يَقَظَتِه، فيراه في مَنَامه، ومنها جزء من ستةٍ وأربعين جزءاً من النبوة
Artinya: "Sesungguhnya mimpi ada tiga macam: mimpi yang menakutkan yang berasal dari syetan untuk menakut-nakuti anak Adam, mimpi yang berasal dari sesuatu yang dipikirkan ketika dia bangun kemudian terbawa-bawa dalam tidurnya, dan mimpi yang merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian" (HR.Ibnu Majah dari 'Auf bin Malik radhiyallahu 'anhu, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).
Dan mimpi yang ada ta'birnya atau tafsirnya diantara ketiga macam tersebut adalah yang berasal dari Allah.
Berkata Al-Baghawy (wafat 516 H) rahimahullah:
ليس كلُّ ما يراه الإنسانُ في منامه يكون صحيحًا، ويجوز تعبيرُه، إنما الصحيح منها ما كان من الله عزَّ وجلَّ
"Tidak semua yang dilihat oleh seseorang ketika tidurnya adalah shahih (benar) dan boleh dita'birkan (diartikan), sesungguhnya yang shahih (benar) adalah mimpi yang berasal dari Allah 'azza wa jalla" (Syarhussunnah 12/211)
Apabila yang dilihat dalam mimpi adalah sesuatu yang dibenci –seperti mimpi di atas- maka hendaknya berlindung kepada Allah dari was-was syetan dan jangan menceritakannya kepada orang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:
إذا رأى أحدُكم رؤيا يُحِبُّها فإنَّما هي من الله فليحمَدِ اللهَ عليها، وليحدِّث بها. وإذا رأى غيرَ ذلك ممَّا يكرَه فإنَّما هي من الشيطان، فليستعِذْ من شرِّها، ولا يذكُرْها لأحدٍ، فإنَّها لا تضُرُّه
Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian bermimpi dengan mimpi yang dia senangi maka itu berasal dari Allah, dan hendaknya dia ceritakan (kepada orang lain), dan apabila melihat yang lain dari hal-hal yang dia tidak sukai maka itu adalah mimpi dari syetan; maka hendaklah dia berlindung (kepada Allah) dari kejelekannya (mimpi tersebut), dan tidak menceritakannya kepada orang lain, maka sesungguhnya mimpi buruk tersebut tidak akan memudharatinya" (HR. Al-Bukhari, dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu).
Wallahu a'lam.
HUKUM MERACAP / ONANI / MASTURBASI
Tanya: Assalamualaikum, Pak Roy
Saya minta tolong penjelasan sebenarnya tentang hukum laki-laki meracap, ada ayat-ayat atau hadisnya tidak, untuk tambahan bisa di lihat dari link ini : http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?f=4&t=13390&sid=e56f17ae7f5014da86cbf8fd96e540b4&start=60
ada sedikit keganjilan saya rasa yah. sepertinnya ini forum Islam Liberal.
Minta tips bagaimana agar kita bisa menahan dan menghindari hal tersebut, karena saya rasa masalah seperti ini sangat penting bagi remaja saat ini. Kurang lebihnya saya mohon maaf, Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuhu. (Yandha Perdana)
Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Hukum meracap/onani/masturbasi adalah haram menurut mayoritas ulama, dan pelakunya berdosa, karena Allah berfirman :
( وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ، إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ، فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ) ( المؤمنون : 5-7 )
Artinya : " Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya , kecuali kepada istri-istrinya atau budak yang mereka miliki , maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela . Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas " ( QS. Al-Mukminun 5-7 )
Dalam ayat di atas Allah hanya membolehkan 2 cara halal dalam menyalurkan syahwat kemaluan , yaitu : istri dan budak yang dimiliki . Adapun selain keduanya maka tidak boleh dan termasuk melampaui batas , termasuk diantaranya onani , zina , homoseks dll . Belum efek samping berbuat onani di dunia seperti melemahkan badan dan syaraf. (Lihat Majmu' Fatawa Syeikh Bin Baz 22/409, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 22/55)
Hendaklah kita menjauhi hal-hal yang mendorong syahwat seperti melihat atau mendengarkan sesuatu yang haram yang membangkitkan syahwat , berdua dan campur dengan wanita yang bukan mahram dll.
Dan hendaklah memperbanyak puasa , sebagaimana nasehat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Artinya : " Wahai para pemuda , barangsiapa yang mampu diantara kalian maka hendaklah dia menikah , dan barangsiapa yang tidak mampu maka hendaklah dia puasa karena puasa itu penghalang . " ( HR. Al-Bukhary dan Muslim )
Wallahu a'lam.
HADIST : MEMPERBANYAK SHALAWAT MENGIKIS KEMISKINAN
Tanya: Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Ustadz ana Abu Muwahid. dari Pontianak. Ustadz ana mau tanya, hadist dari Samurah radhiyallahu anhu berkata bahwa kami pernah berada di sisi Rasulullah bahwa beliau bersabda:"Banyak berdzikir dan bersholawat kepadaku bisa mengikis kemiskinan (Dikeluarkan Abu Nuaim) apakah hadits ini shahih, jika shohih tolong jelaskan maksud hadits ini. Jazakallahu khairan. (Abu Muwahid, Pontianak)
Jawab:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Hadits ini telah dikeluarkan Abu Nu'aim di dalam kitab beliau Ma'rifatush Shahabah 3/1413 no: 3572, Darul Wathan, dari Samurah bin Junadah bin Jundub radhiyallahu 'anhu beliau berkata:
كنا عند النبي صلى الله عليه وسلم إذ جاءه رجل فقال : يا رسول الله ، ما أقرب الأعمال إلى الله ؟ قال : « صدق الحديث ، وأداء الأمانة » ، قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « صلاة الليل ، وصوم الهواجر » قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « كثرة الذكر لي والصلاة علي تنفي الفقر » قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « من أم قوما فليخفف ، فإن فيهم الكبير ، والعليل ، والضعيف ، وذا الحاجة »
"Kami sedang di sisi nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya berkata: Wahai Rasulullah, apakah amal yang paling mendekatkan kepada Allah? Beliau bersabda: Jujur dalam perkataan dan menunaikan amanat. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Shalat malam, dan puasa ketika sedang musim panas. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Memperbanyak ingat kepadaku dan shalawat atasku akan menghilangkan/menghindarkan kefakiran. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Barangsiapa yang mengimami sebuah kaum maka hendaknya meringankan, karena diantara mereka ada orang tua, orang sakit, orang lemah, dan orang yang sedang ada keperluan"
Sanad hadist ini dhaif karena 2 hal:
1. Ada rawi bernama Muhammad bin Al-Hasan bin Sama'ah, berkata Ad-Daruquthny: Laisa hadza bil qawiyy, dha'if (Orang ini tidak kuat, lemah). Lihat Su'alaat Hamzah bin Yusuf As-Sahmy lid Daruquthny wa ghairihi minal masyayikh no: 93, Maktabatul Ma'arif).
2. Sanad hadist terputus antara Fithr bin Khalifah (wafat tahun 155 H) dan Jabir bin Samurah (wafat tahun 73 H).
Seandainya hadist ini shahih maka maksudnya bahwa diantara keutamaan memperbanyak shalawat adalah menghilangkan kefakiran atau menghindarkan dari kefakiran sebagaimana judul yang ditulis Ibnul Qayyim dalam Jalaul Afham hal: 498, Dar 'Alamil Fawaid:
من مواطن الصلاة عليه عند المام الفقر أو خوف وقوعه
"Diantara tempat-tempat bershalawat kepada beliau adalah ketika menghadapi kefakiran atau takut terjadi kefakiran"
Wallahu a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar